Buku ini menceritakan perjuangan Izaak Samuel Kijne, seorang pendidik visioner asal Belanda, yang mendedikasikan hidupnya untuk membangun manusia Papua melalui pendidikan. Lebih dari sekadar zendeling, Kijne adalah guru, pemikir pendidikan, pemimpin rohani, dan pelopor peradaban yang meyakini bahwa martabat manusia lahir dari pengetahuan, kerja, dan iman.
Perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil di Belanda hingga pengabdiannya di Papua pada 1923, menjadi inti narasi. Kijne merancang pendidikan berasrama di Bukit Aitumieri, Teluk Wondama, yang berakar pada budaya Papua dan memadukan ilmu, spiritualitas, seni, serta keterampilan hidup. Di sinilah ia mengucapkan ikrar bersejarah: “Bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.” Melalui Sekolah Guru Jemaat (SGJ), ia melahirkan generasi Papua pertama yang mampu menjadi guru, pemimpin, dan agen perubahan di kampung-kampung hingga pelosok tanah Papua.
Buku ini juga menyoroti relevansi warisan pendidikan Kijne di masa kini, termasuk tantangan dunia pendidikan Papua di tengah arus modernisasi. Dengan memadukan pendekatan sejarah, refleksi pendidikan, dan nilai kemanusiaan, karya ini menjadi sumber inspirasi bahwa perubahan sosial sejati lahir bukan dari kekuasaan, tetapi dari ketulusan seorang guru yang menyalakan api ilmu bagi bangsanya.
| Detail Buku | |
| ISBN | |
| Penulis Buku | Fransina Yoteni, M.Pd., Ph.D. Ed |
| Tim Editor | Eka Yeyen Nuraini dan Silvia Ananda Putri |
| Desain Sampul & Tata Letak | Umi Alfia |
| Penerbit | CV. Diva Press Indonesia |
| Kategori | Pendidikan |
| Tahun Terbit | 2025 |
| Jumlah Halaman | Halaman |
| Ukuran | A5 |






Ulasan
Belum ada ulasan.